Risalah pokok para nabi adalah
bertakwa kepada Allah. Tanpa takwa, hidup manusia tidak ada artinya. Apapun
harta yang ia punya, apapum kedudukan yang ia capai, semua itu hanyalah
main-main ketika tidak dibarengi dengan ketakwaan kepada Allah. Karenanya Allah
swt. dalam Al Qur’an selalu mengajak kepada takwa. Dalam surah Ali Imran 102,
Allah swt berfirman:
”Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah
sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”
Bila semua Al Qur’an diringkas, intinya adalah takwa. Maka setiap cerita tentang hari kiamat dalam Al Qur’an adalah untuk meningkatkan ketakwaan. Supaya manusia tahu bahwa dunia bukan tujuan. Melainkan tempat berbekal amal saleh menuju alam akhirat. Setiap cerita tentang para nabi, juga tujuannya takwa. Supaya manusia belajar bahwa kalau ingin menjadi manusia muttaqiin tidak ada lain kecuali ikut jejak para nabi. Perhatikan Nabi Nuh mengajak kaumnya: Nuh berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu, (yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertaqwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku, niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui”.
Bila semua Al Qur’an diringkas, intinya adalah takwa. Maka setiap cerita tentang hari kiamat dalam Al Qur’an adalah untuk meningkatkan ketakwaan. Supaya manusia tahu bahwa dunia bukan tujuan. Melainkan tempat berbekal amal saleh menuju alam akhirat. Setiap cerita tentang para nabi, juga tujuannya takwa. Supaya manusia belajar bahwa kalau ingin menjadi manusia muttaqiin tidak ada lain kecuali ikut jejak para nabi. Perhatikan Nabi Nuh mengajak kaumnya: Nuh berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu, (yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertaqwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku, niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui”.
Jadi bertakwa kepada Allah adalah merupakan pesan dakwah yang harus senantiasa diulang-ulang di atas mimbar. Rasulullah saw. selalu memulai pesan-pesannya dengan takwa. Imam Abu Daud, At Tirmidzi dan Ibnu Majah meriwayatkan sebuah hadits, di dalamnya diceritakan bahwa Rasulullah saw. memberikan nasihat dengan wajah yang sangat serius. Para sahabat mengira bahwa itu adalah nasihat terakhir. Banyak para sahabat yang menangis. Isi nasihatnya ternyata hanya mengajak kepada takwa: ushikum bitaqwallahi bissam’I wath thaa’ah.. (aku berpesan agar kalian bertakwa kepada Allah dengan bersungguh-sungguh mentaatinya).
Pesan takwa adalah tema yang harus
senantiasa dihidupkan dalam jiwa. Sebab tidak ada lain tugas kita di dunia ini
kecuali hanya menataati Allah swt. Mengapa?
(1) Sebab alam semesta yang kita
tempati adalah milikNya. Maka dialah yang paling berhak diikuti aturanNya. Dan
untuk itu Dia telah mengutus nabi-nabi supaya manusia tahu bagaimana cara
menjalankan kewajiban kepadaNya. Jadi tidak ada alasan untuk menghidari
ajaranNya.
(2) Bahwa manusia tidak Allah bekali
pengetahuan kecuali sedikit. Dalam urusan dunia Allah bekalkan akal dengannya
manusia bisa mengembangkan pengetahuannya. Tetapi untuk urusan kahirat akal
harus tunduk kepada wahyu. Dan memang akal tidak diberi kemapuan untuk
mengarang-ngarang sendiri dalam masalah cara beribadah kepada Allah. Karenanya
ia harus ikut apa kata Allah dan rasulNya.
(3) Bahwa kita semua sangat
tergangtung kepada nikmat-nikmatNya. Tidak ada yang kita miliki kecuali dari
Allah swt. Maka alasan apa lagi untuk tidak ikut Allah. Fabiayyi aalaai
rabbikuma tukadzdzibaan.
(4) Bahwa kita semua adalah milik
Allah. Karenanya kita pasti kelak akan kembali lagi kepadaNya. Dan kita pasti
akan dimintai pertanggungjawab atas segala nikmat yang telah diberikan kepada
kita. Bukan hanya nikmat harta dan fasilitas kebutuhan sehari-hari. Tetapi juga
nikmat anggota tubuh seperti mata, tangan dan lain sebagainya.
Allah berfirman:
”Sesungguhnya kepada Kami-lah
kembali mereka. Kemudian Sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.”
Dalam surah Yasin 65 Allah
berfirman:
”Pada hari Ini kami tutup mulut
mereka; dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki
mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.”
Sumber:
Sumber:
Hari/Tanggal :
Jum’at/ 11 September 2015
Nama Masjid : Miftahul Huda
Alamat
Masjid : Jalan Dewi
Sri Dusun1 desa Untoro Lampung Tengah
Nama
Khotib : Bapak Ismail
Tidak ada komentar:
Posting Komentar